Desa Sukarara Lombok Penghasil Tenun Yang Mendunia

Desa Sukarara Lombok Penghasil Tenun Yang Mendunia

Anda sedang mencari tempat liburan di Lombok yang cukup unik dan memberikan anda pengalaman baru? Sudah pernah ke Pantai Senggigi dan ingin tempat lainnya? Maka Desa Sukarara di Pulau Lombok bisa menjadi referensi anda dalam mencari tempat yang bisa memberikan anda sensasi liburan yang baru. Banyak yang mengatakan Desa Sukarara Lombok ini sebagai tempat wisata budaya dengan ciri khas kain tenun yang dapat mereka hasilkan.

Lokasi yang ada pada desa ini sendiri, cukup dekat dengan beberapa tempat yang menarik lainnya. Seperti Pantai Kuta, Tanjung Aan, Desa Banyumulek, dan Desa Sade adalah beberapa lokasi yang dekat dengan desa wisata Pulau Lombok ini. Selain itu, anda bisa menemui banyak sekali wanita asli dari daerah Desa Sukarara ini yang mahir dalam membuat segala kerajinan kain tenun khas dari Pulau Lombok.

Harga Tiket Masuk

Untuk harga tiket masuk, anda tidak perlu khawatir karena tidak akan ditarik dana apapun saat anda berkunjung. Jika anda berkunjung, cukup dengan membawa perlengkapan seperlunya saja untuk anda dalam membeli sesuatu atau melakukan hal lainnya. Dengan hal itu, maka anda sudah tidak perlu repot-repot memusingkan untuk harga tiket atau biaya masuk desa ini lagi.

Tenun khas Lombok yang bercorak etnik. Sumber IG @ninis_songket

Lokasi dan Rute

Jika anda sudah yakin untuk ke Desa Sukarara, maka anda bisa mengakses lokasi desa menggunakan kendaraan umum atau pribadi. Bisa juga dengan menyewa mobil rental di jasa sewa mobil Lombok yang terpercaya di kota Mataram. Jalur yang bisa digunakan adalah jalur Mataram – Cakaranegara – Kediri – Sukarara agar anda lebih cepat sampai ke lokasi. Untuk angkutan umum anda bisa memilih Mataram – Bertais kemudian Bertais – Praya dan nantinya turun di Renteg. Setelah sudah sampai Renteg, anda bisa langsung menuju Desa Sukarara dengan menggunakan Cidomo.

Aktivitas Menarik Desa Sukarara Lombok

Berikut ini aktivitas menarik yang bisa anda lakukan :

1. Belajar Menenun

Berbeda dengan Desa Bilok Petung yang menyuguhkan pemandangan, kegiatan menenun masyarakat Desa Sukarara terutama bagi para kaum hawa disana menjadi pemandangan sehari hari. Penduduk yang ada di desa ini juga lebih banyak jumlah wanita daripada jumlah pria yang tinggal. Hal semacam menenun merupakan sebuah tradisi sejak lama dan sudah menjadikan kegiatan seperti ini menjadi lahan bisnis.

Bila anda beruntung, warga lokal desa tersebut mungkin saja mengajarkan anda cara menenun yang baik sebagai ciri khasnya. Namun, setidaknya anda harus memperhatikan bagaimana warga sekitar tersebut melakukan cara menenun kain yang menarik. Jika ada ingin memiliki kain hasil tenunan warga tersebut, maka anda bisa membelinya untuk menjadi oleh-oleh yang bernilai tinggi.

Desa Sukarara Lombok
Rumah tradisional di Lombok. Sumber IG @majanetta

Hasil tenun khas Lombok ini sudah dipasarkan secara online di berbagai marketplace yang beroperasi di Indonesia. Bahkan ada juga yang telah memulai peluang usaha dengan membangun website untuk memperdagangkan kain tenun asli Lombok.

2. Memberikan Pewarna Benang

Selain menenun, anda juga harus mengerti bagaimana proses para wanita di Desa Sukarara dapat memilih benang yang baik. Benang ini biasanya menggunakan jenis nilon, katun, sutra, dll. sesuai keinginan. Anda dapat melihat wanita disana menggunakan pewarna alami seperti daun sirih, kulit kayu mahoni, mengkudu, serta nanas,dll. untuk memberikan warna yang menarik untuk kain pada saat akan ditenun.

3. Mempelajari Budaya

Anda juga bisa mempelajari budaya yang ada, ini lebih ditujukan pada kaum hawa. Mengunjungi desa ini sendiri memberikan pengalaman tersendiri terutama untuk mengerti berbagai macam adat dan budaya. Karena lebih banyak kaum hawa, biasanya anda sebagai wisatawan terutama wanita bisa mengerti kebiasaan  berupa menenun, berperilaku lembut, dan bagaimana menjadi wanita yang baik untuk keluarga.

4. Rumah Tradisional

Selain hasil tenunan benangnya, Desa Sukarara memiliki pemandangan yang bagus pada desain rumah tradisional mereka. Kondisi rumah tradisional warga pun masih sangat terawat disana dan secara umum masih mencerminkan budaya dari Suku Sasak. Bahan yang membangun rumah unik ini adalah bambu dan bahan sederhana yang bisa ditemui dan didapatkan di kebun seperti alang-alang dan jerami. 

Bentuk atap yang digunakan adalah mirip seperti gunung yang menjulang ke atas. Jika anda suka berfoto, maka warga sekitar akan memperbolehkan anda untuk berfoto di depan bangunan rumah tradisional ini. Hal seperti ini tentunya bisa menambah pengalaman menarik anda di Desa Sukarara Lombok yang masih khas dengan tradisinya.

Desa Sukarara Lombok
Pemukiman suku Sasak. Sumber Unsplash

Demikian ulasan mengenai Desa Sukarara Lombok yang terkenal dengan kain tenun khas suku Sasak. Dengan pemasaran di dunia digital dengan profesional tentu kain tenun tradisional tersebut bisa dipasarkan secara nasional bahkan internasional. Seperti yang dilakukan oleh beberapa penyedia jasa transportasi dan wisata di Lombok. Setelah mempercayakan pembuatan dan pengelolaan websitenya kepada jasa pembuatan website profesional di Jogja kunjungan ke halaman website meningkat dan tentu saja berdampak pada klien jyang bertambah.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.